Master Otak Indonesia
Pengertian Membaca Cepat
Membaca Cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya. Apabila waktu bacanya semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi, maka dikatakan bahwa kecepatan baca orang tersebut semakin meningkat.
Pada umumnya orang yang belum pernah mendapat latihan membaca pasti memiliki kecepatan baca yang lebih rendah dari kemampuannya.
Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kecepatan baca seseorang, antara lain
Kebiasaan lama yang telah mendarah daging seperti menggerakkan bibir untuk melafalkan, menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri, dan menggunakan jari atau benda untuk menunjuk kata-kata yang dibacanya.
Tidak agresif (tidak bersemangat) dalama usaha memahami arti bacaan.
Persepsinya kurang sehingga lambat dalam menginterpretasikan apa yang dibacanya.
Untuk meningkatkan kecepatan baca kita, pertama-tama kita perlu mengukur kecepatan baca kita. Untuk itu perlu diadakan pengukuran kecepatan baca kita.
Rumusnya : (Jumlah kata yang dibaca dibagi jumlah detik untuk membaca dikalikan 60) dikalikan prosentase pemahaman.
Kecepatan baca bergantung pada kebutuhan dan bahan yang dihadapinya. Pada umumnya kecepatan baca dapat dirinci sebagai berikut :
Membaca secara skimmming dan scannning (lebih dari 1000 kpm)
Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk
mengenal bahan-bahan yang akan dibaca
mencari jawaban atas pertanyaan tertentu
mendapat struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan
Membaca dengan kecepatan tinggi (500 – 800 kpm)
Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk
membaca bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya
membaca novel ringan untuk mengikuti jalan ceritanya.
Membaca secara cepat (350 – 500 kpm)
Biasanya digunakan untuk
membaca bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan nonfiksi lain yang bersifat informatif.
Membaca fiksi yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya dan mengantisipasi akhir cerita.
Membaca dengan kecepatan rata-rata (250 – 350 kpm)
Biasanya digunakan untuk
membaca fiksi yang komplek untuk analisis watak dan jalan ceritanya.
Membaca nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detail, mencari hubungan, atau membuat evaluasi ide penulis.
Membaca lambat (100 – 125 kpm)
Biasanya digunakan untuk
mempelajari bahan-bahan yang sulit dan untuk menguasai isinya.
Menguasai bahan-bahan ilmiah yang sulit dan bersifat teknis
Membuat analisis bahan-bahan bernilai sastra klasik
Memecahkan persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional (petunjuk).
Pernahkan Anda bingung menghadapi buku tebal atau tumpukan buku yang harus dipahami dalam waktu cepat.
Hal ini biasanya dialami ketika kita menghadapi ujian sekolah/kuliah, membuat karya ilmiah, menyiapkan bahan presentasi, atau mempelajari dokumen-dokumen penting. Padahal waktu Anda sangat terbatas.
Rasanya tak mungkin buku itu bisa dibaca seluruhnya. Sementara Anda dituntut harus paham isi buku itu. Kondisi ini tak jarang membuat kita panik bahkan mungkin stress.
Tahukan Anda bahwa kekuatan mata manusia sangat luar biasa dalam menangkap simbol-simbol verbal dan non verbal dalam tulisan. Bahkan berkat kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa, mata kita mampu mengalahkan kamera secanggih apapun. Oleh karena itu sesungguhnya mata kita mampu menangkap cepat tulisan yang berupa simbol-simbol.
Potensi inilah yang biasa dikembangkan untuk memahami isi bacaan secara cepat atau sering disebut membaca cepat (speed reading).
Manfaat membaca cepat sebagai berikut:
Untuk mencari informasi yang kita perlukan dari sebuah bacaan secara cepat dan efektif.
Dalam waktu yang singkat dapat menelusuri bahan halaman buku atau bacaan.
Tidak banyak waktu yang terbuang karena tidak perlu memerhatikan atau membaca bagian yang tidak kita perlukan.
Komentar
Posting Komentar